√ Biografi Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia Kelima - InBiografi | Referensi Biografi Tokoh Dunia

√ Biografi Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia Kelima

Biografi Megawati Soekarnoputri - Seakan mengikuti jejak sang ayah, Megawati Soekarnoputri tercatat dalam sejarah Republik Indonesia sebagai presiden kelima, sekaligus presiden wanita pertama di tanah air Indonesia. Ia menjabat sebagai presiden setelah sebelumnya mendampingi presiden keempat KH Abdurrahman Wahid sebagai wakil presiden. Tertanggal 23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004, barulah ia menjabat sebagai presiden setelah Gus Dur (sapaan akrab KH Abdurrahman Wahid) lengser dari tampuk pemerintahan. Berikut Profil dan Biografi Lengkap Megawati Soekarnoputri
Biografi Megawati Soekarnoputri Lengkap
Biografi Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia Kelima

Biografi Megawati Soekarnoputri Lengkap

Masa Kecil Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri lahir pada tanggal 23 Januari 1947 di Yogyakarta, yang kala itu menjadi ibu kota negara Indonesia.

Beliau terlahir sebagai anak kedua dari rahim istri ke 3 Presiden Soekarno, yaitu Ibu Fatmawati. Nama aslinya adalah Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri.

Masa kecil Megawati Soekarnoputri temasuk seorang anak gadis yang sedikit tomboy. Dibilang tomboy karena dari semua saudara perempuannya, Megawati adalah gadis yang paling lincah.

Bahkan diceritakan bahwa ia sangat senang bermain sepakbola bersama saudara dan teman lelakinya, terutama dengan Mas Tok (Guntur Soekarnoputra).

Selain itu, bakatnya dibidang seni dan kecintaannya akan budaya tradisional seakan mewarisi dari sang Ayah. Ia juga hobi serta pandai menari.

Bahkan pada beberapa kesempatan saat ada tamu negara datang, ia selalu tampil ke muka dan menampilkan kepiawaiannya menari dalam acara penyambutan.

Megawati mengawali pendidikannya mulai dari sekolah dasar hingga SMA di Cikini, tepatnya di Perguruan Cikini. Setelah itu, ia melanjutkan jenjang pendidikannya di Perguruan Tinggi.

Pertama kali ia kuliah di Universitas Padjajaran, Bandung Fakultas Ilmu Pertanian. Lalu, ia pindah di Universitas Indonesia Fakultas Psikologi. Sayangnya, dari keduanya tak ada yang ia lanjutkan sampai lulus.

Kehidupan Rumah Tangga Megawati Soekarnoputi

Di usianya yang telah menginjak 21 tahun, Megawati Soekarnoputri memilih untuk melepas masa lajangnya. Pilihannya jatuh kepada salah seorang prajurit penerbang dari TNI AU berpangkat Letnann satu, bernama Letnan Satu Surindro Supjarso.

Pada tanggal 1 Juni 1968, keduanya resmi melangsungkan pernikahan. Kehidupan rumah tangganya dengan Letnan Surindro di jalani di Madiun, tempat sang suami tinggal dan bertugas.

Di Madiun Megawati menjalani kehidupan sebagai wanita biasa yakni ibu rumah tangga. Dengan Letnan Surindro, ia dikaruniai dua orang anak yang semuanya adalah lelaki.

Anak pertama bernama Mohammad Rizki Pratama, sedangkan anak kedua bernama Mohammad Prananda.

Sayang, perjalanan rumah tangga Megawati – Surindro tidak berlangsung lama. Nasib naas menimpa Letnan Surindro kala bertugas.

Pesawat yang dikendarainya terjatuh setelah mengalami insiden kecelakaan pada tanggal 22 Januari 1971. Peristiwa itu terjadi di Biang, Irian Jaya.

Dalam insiden tersebut, Letnan Surindro dinyatakan hilang bersama dengan ketujuh awak pesawat yang ikut bersamanya.

Meskipun sisa puing-puing pesawat ditemukan, namun tak ada satupun dari korban termasuk suami Megawati yang berhasil ditemukan oleh tim pencari.

Selang dua tahun setelah wafatnya sang suami. Megawati lalu kembali berumah tangga. Kini pilihannya jatuh pada mantan rekan semasa kuliah dan tergabung di organisasi GMNI.

GMNI adalah organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia. Pria tersebut bernama Moh. Taufiq Kiemas. Pernikahnnya dengan Taufik menjadi yang terakhir kalinya, hingga sang suami menghembuskan nafas terakhir beberapa tahun yang lalu.

Dari pernikahan tersebut, Megawati Soekarnoputri dikaruniai satu orang putri, yang kini sering kita kenal bernama Puan Maharani.
Megawati Soekarnoputri dan Keluarga

Karier Megawati Soekarnowati di Bidang Politik

Di usia 38 tahun, Megawati Soekarnoputri mulai mengikuti jejak pendahulunya sebagai seorang politisi. Ia terjun di bidang politik, pertama kali jabatan yang ia sandang adalah sebagai wakil ketua PDI Jakarta Pusat, pada tahun 1986. Setelah itu, karirnya cukup cepat mengalami peningkatan.

Faktanya, selang setahun setelahnya yaitu pada 1987, ia sudah berhasil duduk di kursi anggota DPR-RI. Lalu, beberapa tahun setelahnya, tepatnya pada tanggal 1993 digelarlah Kongres Luar Biasa PDI yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur.

Pada kongres tersebut, Megawati Soekarnoputri terpilih secara aklamasi untuk menjadi Ketua Umum Partai PDI.

Namun, sejak terpilihnya Megawati sebagai ketua umum ternyata dari pihak pemerintah tidak menerima keputusan tersebut. Ia menjadi sasaran target untuk digulingkan.

Alhasil pada 1996 kembali PDI menggelar kongres di wilayah Sumatera, yakni Medan. Megawati jatuh dan Soerjadi naik menggantikan posisinya.

Tak terima ditumbangkan, Megawati Soekarnoputri balas tak mengakui keputusan hingga adanya Kongres PDI yang digelar di Medan, Sumut. Masalah inilah yang kemudian menjadi pemicu peristiwa berdarah PDI pada 27 Juli 1996.

Megawati Soekarnoputri dan Perpecahan di Tubuh PDI

Megawati Soekarnoputri bersama para simpatisannya mempertahankan diri pada posisi awal. Ia masih merasa sah sebagai Ketua Umum PDI. Begitu juga para kawan-kawan setia Megawati Soekarnoputri yang akrab disapa dengan sebutan Mbak Mega ini.

Mereka lalu berusaha sekuat tenaga untuk bertahan menduduki kantor DPP PDI JL.Diponegoro. Soerjadi DKK yang kala itu didukung oleh pemerintah ORBA, mengancam akan bertindak tegas demi merebut kantor DPP PDI Jl. Diponegoro.

Ancaman tersebut ternyata bukan isapan jempol semata. Pada tanggal 27 Juli, tercatat sebagai sejarah kelam PDI dimana bukan hanya perpecahan, bahkan pertumpahan darah serta korban nyawa pun berjatuhan.

Pihak Megawati yang bertahan di gedung DPP PDI jl Diponegoro, mendapatkan serangan dari massa Soerjadi, hingga sedikitnya puluhan orang tewas dalam insiden tersebut.

Tak lantas berhenti, rupanya peristiwa itu melebar dan menjadi pemicu kerusuhan massal di beberapa wilayah ibu kota Jakarta.

Tak berhenti sampai disitu, Megawati terus berusaha untuk kembali merebut posisi Ketua Umum di PDI dari tangan Soerjadi. Faktanya, meskipun Soerjadi adalah Ketua Umum PDI yang diakui oleh pemerintah, massa PDI sebagian besar justru lebih condong ke Megawati.

Beberapa kali ia menempuh jalur hukum, namun hasilnya tetap nihil. PDI pun pecah menjadi dua kubu yang berseberangan, satu PDI dibawah kepemimpinan Soejadi dan satu lagi PDI pimpinan Megawati Soekarnoputri.

Hingga pada saatnya kedua kubu tersebut bertemu di pemilu tahun 1997. Dari sanalah terlihat bahwa massa PDI yang pro dengan PDI pimpinan Megawati jauh lebih banyak dibandingkan PDI pimpinan Soerjadi.

Puncaknya, pemilu 1999 berlangsung PDI kepemimpinan Megawati Soekarnoputri berubah nama dengan tak meninggalkan aslinya, yakni menjadi PDI Perjuangan. Pada pemilu 1999 tersebut, PDI-P kembali menang dalam pemilu.

Namun, yang terpilih menjadi Presiden adalah KH Abdurrahman Wahid, tokoh agama Islam di Indonesia. Gus Dur terpilih menjadi Presiden menggantikan B.J Habibie berdasarkan hasil voting Sidang Umum Majelis Permusyaratan Rakyat 1999. Sedangkan Megawati Soekarnoputri berdiri disamping Gus Dur, sebagai wakil presiden.

Menjadi Presiden

Megawati Soekarnoputri tak lama menjadi wakil presiden Gus Dur, dan Gus Dur sendiri juga sangat singkat menjadi presiden. Setelah 1999 terpilih, 2 tahun berikutnya yakni pada 2 Juli 2001 Gus Dur lengser dari singgasana Kepresidenan.

Hal itu dikarenakan mandat Gus Dur telah resmi dicabut oleh MPR RI. Sebaliknya, Megawati Soekarnoputri yang semula sebagai Wakil Presiden naik tahta menjadi Presiden Republik Indonesia menggantikan KH. Abdurrahman Wahid.
Megawati Soekarnoputri Menjadi Presiden

Masa jabatan Megawati selesai dalam 1 periode, yakni hingga 20 Oktober 2003. Setelah itu di Pemilu 2004 ia kembali mencalonkan diri, namun gagal. Pada pesta demokrasi yang dilakukan dengan cara pemilihan Presiden langsung oleh rakyat tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono lah yang terpilih menggantikan Megawati Soekarnoputri.

Itulah riwayat hidup Presiden Republik Indonesia ke-5 yaitu Ibu Megawati Soekarnoputri. Semoga bermanfaat.

0 Response to "√ Biografi Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia Kelima"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel