√ Profil dan Biografi Soeharto Lengkap, Sang Penguasa Orde Baru - InBiografi | Referensi Biografi Tokoh Dunia

√ Profil dan Biografi Soeharto Lengkap, Sang Penguasa Orde Baru

Biografi Soeharto Lengkap - Mengulas kehidupan Presiden ke-2 Republik Indonesia memang menjadi salah satu topik bahasan yang cukup menarik. Sosok seorang Presiden yang fenomenal  ini namanya memang sangat dikenal hingga mancanegara. Beliaulah Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto. Lahir dari keluarga biasa-biasa saja yang tinggal di Dsn. Kemusuk, Argomulyo, Kec. Sedayu, Bantul, Yogyakarta ini semenjak kecil memang telah terlihat istimewa. Bagaimana kisah tentang kehidupan Pak Harto lahir hingga wafatnya? Semua akan kami ulas dalam artikel Profil dan Biografi Soeharto berikut ini.
Biografi Soeharto Lengkap

Biografi Soeharto Singkat

Nama Asli : Jend. Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto
Tempat Lahir : Argomulyo, Sedayu, Bantul Yogyakarta
Tanggal Lahir : 8 Juni 1921
Ayah : Kartosudiro
Ibu : Sukirah
Agama : Islam
Istri : Tien Soeharto
Anak :
Siti Hardijanti Rukmana, Bambang Trihatmojo, Hutomo Mandala Putra, Siti Hediati Hariyadi, Sigit Harjojudanto, Siti Hutami Endang Adiningsih
Wafat : Jakarta, 27 Januari 2008
Makam : Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah

Biografi Soeharto Lengkap

Masa Kecil Soeharto

Terlahir di keluarga yang jauh dari kemewahan dan sangat jauh dari perkotaan tak lantas membuat nasib Soeharto sama seperti para pendahulunya.

Ayahnya, Kartosudiro hanyalah seorang petani kluthuk atau petani murni yang juga mengabdi di kantor kelurahan sebagai ulu-ulu.

Dalam istilah Jawa, ulu-ulu adalah istilah profesi untuk orang yang mengatur jalannya pengairan di sawah.

Sedangkan ibunya adalah perempuan desa biasa, yang bekerja sebagai ibu rumah tangga dan terkadang membantu sang suami di sawah.

Jenjang pendidikan Soeharto dimulai dari tingkat Sekolah Dasar, pada masa itu Soeharto tercatat beberapa kali pindah sekolah. Pertama kalinya ia bersekolah di Sekolah Desa Puluhan.

Setelah itu, karena keluarganya pindah ke dusun Kemusuk Kidul, maka sekolah Soeharto pun juga pindah ke SD Pedes.

Selang beberapa waktu kemudian. Ayah Soeharto memindahkan sang anak ke daerah Wuryantoro.

Disana ia tinggal dengan saudara iparnya, Prawirohardjo seorang mantri desa yang merupakan suami dari adik perempuannya.

Setelah itu, ia menempuh tingkat pendidikan di Sekolah Lanjutan. Kembali Soeharto pindah, dari rumah Prawirohardjo di Wuryantoro ke rumah teman dari sang ayah yakni Harjowijono, Wonogiri.

Kala itu Soeharto muda masih berusia kisaran 14 tahun. Lalu, beberapa tahun setelahnya Soeharto kembali ke Kemusuk di rumah orang tuanya.

Disana Soeharto sekolah di SMP Muhammadiyah Yogyakarta. Sayang, setelah lulus dari SMP, Soeharto muda terpaksa tak melanjutkan sekolahnya karena kedua orang tuanya tak mampu untuk membiayai.

Sedangkan sekolah keprajuritan Soeharto dimulai ketika ia menempuh pendidikan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah, pada tahun 1940.

Sejak kecil Soeharto memang telah bercita-cita untuk menjadi seorang prajurit. Benar saja, 6 bulan mengikuti rangkaian pelatihan dasar, pada tahun 1941 tercatat jika beliau menorehkan satu prestasi di sekolahnya.

Soeharto mendapat predikat sebagai Prajurit Teladan sekaligus pangkat kopral. Hingga akhirnya, setelah Indonesia merdeka, Soeharto resmi bergabung menjadi prajurit TNI, dan mulai aktif per tanggal 5 Oktober 1945.

Pernikahan Soeharto Dengan Putri Pembesar Kraton

Dua tahun menjadi prajurit TNI, tepatnya tanggal 26 Desember 1947 Soeharto memutuskan untuk melepas masa lajangnya.

Gadis yang menjadi pilihannya bukan main-main, yakni seorang putri dari Wedana kraton Surakarta yang bernama Kanjeng Raden Mas Tumenggung Soemaharyomo.

Gadis cantik tersebut bernama Raden Ayu Siti Hartinah atau yang selanjutnya kita kenal dengan nama Tien Soeharto.

Kedua pasangan muda itu melangsungkan pernikahan dengan gelaran adat dari khas keluarga bangsawan.

Karir Kemiliteran Soeharto

Tak serta merta Soeharto bisa meraih kesuksesan di dunia kemiliteran sebagaimana yang ia impi-impikan semenjak kecil.

Karier pertamanya menjadi prajurit adalah ketika ia berada di KNIL, kala itu Soeharto berpangkat sersan.

Berlanjut kemudian, di masa penjajahan Jepang terhadap Indonesia Soeharto menjadi salah seorang komandan PETA.

Setelahnya ia menjadi seorang komandan resimen berpangkat Mayor dan kemudian naik lagi menjadi komandan batalyon yang berpangkat Letnan Kolonel.

Pada peristiwa 1 Maret 1949 di Yogyakarta, Soeharto terlibat dalam serangan umum kota Yogya.

Keikutsertaannya tersebut tak lepas dari peran Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang memberi saran Panglima Besar Soedirman untuk memerintahkan Letkol Soeharto menggerakkan pasukan Brigade X agar segera melancarkan serangan ke jantung kota Jogja.

Aksi ini sangat diperlukan agar dunia tahu bahwa Republik Indonesia masih eksis dan akan tetap hidup.

Dan rencana itupun sukses, Soeharto beserta pasukan yang dipimpinnya berhasil menaklukkan para penjajah yang menduduki ibu kota Yogyakarta.

Secara tak langsung itu juga menunjukkan kepada dunia bahwasanya TNI masih eksis dan siap menjadi pagar betis keamanan Bangsa Indonesia.

Karier kemiliteran Soeharto semakin meroket ketika ia mendampingi Jenderal Besar Soedirman dalam operasi pembebasan Irian Barat.

Peristiwa tersebut terjadi pada 2 Januari 1962 dimana Soeharto didaulat menjadi Panglima Komando Mandala.

Puncaknya adalah ketika ia dilantik oleh presiden menjadi Menteri Panglima Angkatan Darat. Kala itu ia mendapatkan perintah untuk membubarkan ormas terlarang PKI.

Dari sinilah awal mula sejarah yang kita kenal dengan istilah SUPERSEMAR atau Surat Perintah Sebelas Maret. Surat tersebut diberikan oleh Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto.

Isinya adalah penyerahan kekuasaan untuk mengambil rencana dan tindakan demi keamanan, kestabilan dan ketenangan pemerintaan dan revolusi kepada Soeharto.

12 Maret hari berikutnya, PKI telah berhasil dibubarkan oleh Soeharto dan ia menyatakan bahwa Partai Komunis Indonesia adalah terlarang, serta haram hukumnya ada di Indonesia.

Soeharto Menjadi Presiden

Setelah meletus peristiwa G30S/PKI, kondisi perpolitikan di Indonesia mengalami kondisi yang sangat buruk. Efeknya turut dirasakan oleh pemerintahan pada saat itu.

Hingga akhirnya setelah NAWAKARSA dari Soekarno ditolak oleh MPRS. Selanjutnya pada 12 Maret MPRS menetapkan Soeharto sebagai pejabat Presiden.

Hingga sampai pada saatnya, yakni pada 27 Maret 1968, keputusan dari Sidang Umum MPRS memutuskan secara resmi bahwa Soeharto diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia yang kedua menggantikan Ir. Soekarno.

Soeharto memecahkan rekor sebagai Presiden yang menjabat dalam kurun waktu paling lama, bahkan di dunia yakni selama 32 tahun berturut-turut.

Puncaknya adalah ketika ia menjabat untuk yang ketujuh kalinya, beberapa bulan setelah itu pada tanggal 21 Mei 1998 Soeharto mengumumkan tentang pengunduran dirinya dari jabatan sebagai presiden.

Lengsernya Soeharto adalah ujung dari chaos yang sempat terjadi mulai Mei 1998, dimana banyak terjadi tekanan, demontrasi, hingga kerusuhan berujung tragedi memilukan.

Setelah Soeharto resmi mundur dari jabatan, jabatan sebagai Presiden RI ke-3 jatuh ke tangan B.J Habibie.

Soeharto Tutup Usia

Beberapa tahun setelah ia lengser dari kursi kepresidenan. Di usia yang sudah mulai sepuh, kondisi fisik Soeharto terus mengalami penurunan.

Hingga pada tanggal 27 Januari 2008 tim dokter kepresidenan yang merawat Soeharto di RS. Pertamina membuat siaran pers.

Dalam siaran tersebut secara resmi mereka menyampaikan kabar bahwa Soeharto telah wafat setelah sempat menjalani perawatan intensif selama hampir satu bulan.

Diketahui bahwa Soeharto meninggal karena kegagalan fungsi organ akibat adanya komplikasi. Jenazah Presiden ke-2 RI itu dikebumikan di kota Surakarta, yakni di kompleks pemakaman Astana Giri Bangun tepat di samping makam istrinya, Tien Soeharto.

Demikian ulasan terkait biografi Soeharto yang dapat kami sampaikan untuk anda. Bantu share juga agar orang sekeliling anda dapat mengetahui kisah perjalanan hidup Soeharto.

0 Response to "√ Profil dan Biografi Soeharto Lengkap, Sang Penguasa Orde Baru"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel