√ Biografi Sukmawati Soekarnoputri - InBiografi | Referensi Biografi Tokoh Dunia

√ Biografi Sukmawati Soekarnoputri

Sukmawati Soekarnoputri adalah anak dari presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang terlahir dari istri ketiganya yakni Fatmawati. Soekmawati Soekarnoputri merupakan keturunan ketiga atau puteri kedua sang proklamator kemerdekaan. Ia adalah satu dari beberapa putra dan putri Soekarno yang masih eksis hingga saat ini. Seakan mengikuti jejak sang Ayah, lika-liku kehidupan Soekmawati Soekarnoputri tak kalah menggelora, dan sangat menarik untuk kita bahas. Bahkan sosoknya juga termasuk dari beberapa orang berpengaruh di tanah air. Lalu, bagaimana kisah hidup dari Soekmawati Soekarnoputri, puteri sang pejuang sejati ini? Simak ulasan lengkapnya di artikel tentang Biografi Soekmawati Soekarnoputri berikut ini.
Biografi Sukmawati Soekarnoputri Lengkap

Masa Kecil Soekmawati Soekarnoputri

Ia lahir 67 tahun yang lalu di ibu kota Jakarta, pada tanggal 26 Oktober 1951, dari rahim seorang wanita yang kala itu memiliki kedudukan sebagai ibu negara di tanah air Indonesia. Kelahirannya adalah yang ketiga dari ibu dan ayah yang sama, yakni setelah Guntur Soekarnoputra (Mas Tok) dan Rahmawati Soekarnoputri. Sama seperti putera dan puteri Soekarno lainnya, wanita yang memiliki nama lahir Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri ini oleh ayahnya diajarkan untuk menjadi manusia berjiwa sosial tinggi. Tak ketinggalan, ia juga dididik untuk menjadi pribadi yang menjunjung tinggi tanah tumpah darahnya.

Meskipun ia seorang puteri presiden, namun tak lantas membuat dirinya bisa mendapatkan perlakukan istimewa. Didikan Bung Karno dan Fatmawati sangat mengedepankan kedisiplinan dan kemandirian kepada para putra dan putrinya. Itulah mengapa, putra dan putri Soekarno bisa hidup berdikari, walaupun ketika sang ayah jatuh ke masa kekalutan dan hingga akhirnya pergi selama-lamanya meninggalkan dunia. Dalam hal pendidikan, Bung Karno juga sangat memperhatikan masa depan anak-anaknya. Bung Karno juga tak pernah mengekang anaknya dengan mengarahkan agar mereka mempelajari bidang politik agar bisa menjadi penerus dirinya. Hal ini terbukti dengan masa kecil hingga remaja Sukmawati. Saat itu, minatnya yang besar bahkan tertuju pada bidang kesenian.

Sukmawati memulai pendidikannya pada tingkat dasar di Sekolah Rakyat dan lulus pada tahun 1964. Kecintaannya akan dunia seni sempat membuat ia memiliki keinginan untuk sekolah tari di LPKJ. Disana Sukmawati menjalani pendidikan selama 4 tahun, yakni pada tahun 1970 hingga 1974. Setelah itu ia melanjutkan studinya di Fisip UBK atau Universitas Bung Karno, mengambil jurusan Hubungan Internasional mulai pada tahun 2003 hingga sampai saat sekarang ini.

Kegiatan Seni dan Karir Politik Sukmawati

Darah pejuang dan politisi dari sang Ayah ternyata juga mengalir dalam dirinya. Tepat pada tahun 1998 ia memabangun kembali cikal bakal Partai Nasional Indonesia, yang kala itu diberi nama dengan sebutan PNI Soepeni. Nama ini lalu kembali diubah pada tahun 2002, bertepatan dengan pengangkatan Sukmawati sebagai ketua umum. Perubahan nama PNI Soepeni, saat itu menjadi PNI Marhaenisme. Beberapa tahun setelahnya ia membuat heboh Indonesia dengan kesaksiannya dalam sebuah karya tulisan.  Tulisan tersebut disusun menjadi buku dan ia beri judul Creeping Coup D’Tat Meyjen Suharto. Dalam buku tersebut terdapat kesaksian sejarah Sukmawati, yang menceritakan mulai dari masa kecilnya di istana hingga kesaksiannya terkait kasus kudeta yang dialami oleh sang Ayah pada masa tahun ’65 hingga ’67. Dalam buku tersebut, Sukmawati juga dengan jelas dan tegas mengutuk keras si pelaku Kudeta bersama ‘antek-anteknya’. Bahkan ia juga menyebut nama Suharto dalam buku tersebut, sesuai dengan judul yang ia cantumkan.

Ya! Sukmawati memang seorang penulis yang ulung. Sudah sangat banyak karya-karya tulisannya yang menambah khasanah pustaka tanah air. Selain menulis dan sebagai tokoh sentral Gerakan Rakyat Marhein, ia juga merupakan salah satu seniman yang handal. Kecintaannya akan dunia seni, sejak kecil hingga tua memang tak pernah sedikitpun luntur. Ia juga seringkali dijumpai satu meja untuk bertemu atau sekedar santai dengan para seniman. Taman Ismail Marzuki adalah salah satu lokasi pilihan Sukmawati dan kawan-kawan seniman untuk berkumpul dan saling bertukar wawasan.

Sukmawati Menikah

Tak hanya ketegasan dan jiwa-jiwa politik dan sosial sang ayah yang menurun pada sosok Sukmawati. Sebagai perempuan, ia juga mewarisi pesona kecantikan dari ibundanya, Fatmawati. Bahkan paras cantiknya ini mampu menarik perhatian seorang Putra Mahkota dari Pura Mangkunegaran yakni Pangeran Sujiwa Kusuma yang juga merupakan calon pewaris tahta kerajaan. Namun, sama seperti sang kakak Guntur Soekarnoputra, Sukmawati juga harus menerima nasib buruk pada saat hari-hari kebahagiaannya datang. Dimana pada saat itu bertepatan dengan sang ayah yang telah menjadi tahanan dalam kondisi yang tua renta serta sakit-sakitan.

Sayangnya, usia pernikahan Sukmawati dengan Pangeran Sujiwa Kusuma yang kemudian bertahta di Pura Mangkunegaran bergelar KGP Adipati Arya Mangkunegara IX, tidak bisa langgeng. Rumah tangga mereka mengalami keretakan hingga akhirnya keduanya memutuskan untuk berpisah. Dengan demikian sang puteri Bung Karno harus merelakan gelar puteri kebangsawanan dari puri Mangkunegara sebagai Putri Mahkota. Dari hasil pernikahannya, beliau dikaruniai dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan. Putra yang bernama GPH Paundrakarna dan yang kedua bernama GRA Putri Agung Suniwati.

Masa Senja Sukmawati Soekarnoputri

Di masa senjanya, Sukmawati masih aktif dalam berbagai kegiatan-kegiatan perpolitikan. Namun, tidak seintens ketika masa mudanya. Ia kini lebih terfokus pada dunia seni, baik seni menulis, puisi dan lainnya. Baru-baru ini seperti yang kita tahu, salah satu karya dari puteri Soekarno ini menjadi perdebatan di kalangan masyarakat luas. Puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ itu menjadi puisi yang kontroversi dimana pada keseluruhan isinya dianggap mengandung unsur sara. Mencuatnya kasus tersebut, membuat nama Sukmawati banyak dihujat terutama para pemeluk agama Islam. Namun, seiring terus berkembangnya kasus dan boomingnya pemberitaan, Sukmawati Soekarnoputri akhirnya tampil ke media untuk mengungkapkan permintaan maafnya kepada seluruh warga masyarakat yang tersinggung dengan karya puisinya. Hal itu sekaligus mengklarifikasi bahwa ia menyatakan tak ada maksud lain dalam pembuatan puisi tersebut selain mengungkapkan rasa cintanya terhadap tanah air.

Demikian tadi sedikit sajian informasi dari kami tentang Biografi Sukmawati Soekarnoputri. Semoga artikel kali ini bisa menjadi tambahan wawasan untuk kita. Jika ada kesalahan data mohon ingatkan kami, dan tuliskan pendapat kalian di kolom komentar yang telah disediakan. Semoga bermanfaat.

0 Response to "√ Biografi Sukmawati Soekarnoputri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel