√ Profil dan Biografi Guruh Soekarnoputra, Sang Maestro Pandai Menyanyi - InBiografi | Referensi Biografi Tokoh Dunia

√ Profil dan Biografi Guruh Soekarnoputra, Sang Maestro Pandai Menyanyi

Guruh Soekarnoputra, dari namanya saja tentu kita sudah tahu bahwa beliau adalah anak dari presiden pertama Republik Indonesia, yakni Ir. Soekarno. Ciri khas nama belakang Soekarnoputra atau Soekarnoputri memang cukup memudahkan untuk kita dalam belajar sejarah mengenal tokoh-tokoh dari putra dan putri sang proklamator ini. Biografi Guruh Soekarnoputra, beliau adalah anak bungsu Ir. Soekarno dari istri yang ketiga sekaligus yang paling terkenal yakni Fatmawati Soekarnoputri, ibu negara sekaligus penjahit sang saka merah putih.
Profil dan Biografi Guruh Soekarno Putra
Profil dan Biografi Guruh Soekarnoputra

Masa Kecil dan Dunia Seni Guruh Soekarnoputra

Lahir di Jakarta, 13 Januari 1953, Nama lahirnya adalah Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra. Guruh Soekarnoputra termasuk seniman tanah air yang disegani. Kecintaannya akan dunia seni dan sastra ini sudah nampak sejak beliau masih sangat belia. Bahkan diusianya yang baru saja menginjak usia 5 tahun kala itu, ia telah belajar untuk menari tari tradisional Jawa, Bali, Sunda. Tak hanya belajar, bukti keseriusannya juga diwujudkan dengan beberapa kali ia naik ke panggung pentas, memamerkan keahlian menarinya.

Selain seni-seni tradisional minat Guruh Soekarnoputra ternyata juga merambah ke dunia musik modern. Ia pernah beberapa kali mendirikan kelompok atau grup band bersama teman-temannya. Saat usia anak-anak sekitar 8 tahunan ia membuat grup bandnya yang pertama. Ia berperan sebagai pianis dalam grup band bocahnya itu. Kegemarannya dalam dunia musik dan seni secara keseluruhan terus saja berlanjut. Dari anak ke remaja, masuk dewasa, hingga kini ia telah berusia tak lagi muda.

Pada masa ia masih remaja, sekitar tahun 1965, kala itu ia bersama kawannya tergabung dalam sebuah grup band yang diberi nama The Beat – G. Sedangkan album pertama Guruh rilis pada tahun 1975, atau 10 tahun kemudian. Dalam album musik tersebut turut hadir juga beberapa penyanyi kondang tanah air pada saat itu, seperti Chrisye, Keenan Nasution, Abadi Soesman. Album tersebut berisikan lagu dan aransemen musik pop dan musik modern yang dipadukan dengan aransemen musik etnik, yaitu gamelan Bali.

Biografi Guruh Soekarnoputra : Seni dan Politik

Masa muda Guruh Soekarnoputra memang hanya dihabiskan untuk menyelami dunia seni yang ia sukai. Tercatat dalam biografi Guruh Soekarnoputra, setelah album perdananya keluar Guruh ingin untuk lebih melebarkan sayapnya pada cabang seni yang lain. Jadilah ia mendirikan sebuah sanggar seni yang fokus bergerak di bidang karya seni tari pada tahun 1977. Sanggar itu bernama Swara Mahardika. Namun sayang, yayasan Swara Mahardika tak berlangsung lama, sepuluh tahun kemudian atau pada tahun 1987 Guruh memutuskan untuk menghentikan kegiatan Swara Mahardika.

Pada masa krisis Ekonomi parah di Indonesia kisaran tahun 1989. Guruh Soekarnoputra mendirikan sebuah badan usaha yang menjalankan jasa pada bidang penyelenggaraan acara atau yang juga sering disebut dengan event organizer. Ia menamakan perusahaannya tersebut dengan sebuta PT. Kinarya GSP. Banyak orang yang salah mengira tentang nama Kinarya dan singkatan dari GSP ini. Mereka mengira nama dari perusahaan tersebut adalah kinarya sedangkan GSP adalah singkatan dari nama lengkap Guruh. Padahal sebenarnya Kinarya adalah nama lain dari Production House yang dipilih oleh Guruh agar lebih Indonesia. Sedangkan GSP singkatan dari Gencar Semarak Perkasa. Perusahan ini mengorganisir satu acara atau event pertunjukan-pertunjukan seni, terutama pertunjukan tari dan musik.

Keahlian Guruh Soekarnoputra dalam bidang seni ini terbukti dalam sebuah pagelaran yang bertajuk Karya Cipta Guruh Soekarno Putra I. Event besar tersebut digelar pada tahun 1979. Berlanjut dengan event karya cipta selanjutnya dengan tema Untukmu Indonesiaku pada tahun 1980. Event Karya Cipta Guruh Soekarnoputra ini kemudian dibuat menjadi karya film dengan konsep semi dokumenter. Lanjut ke Karya Cipta Guruh Soekarnoputra III, yang berlangsung pada tahun 1984 bertemakan Pagelaran Jakarta Week. Serta kemudian Karya Cipta Guruh Soekarnoputra IV bertajuk Gilang Indonesia Gemilang pada tahun 1986.

Begitu kehidupan Seni yang dijalani oleh Guruh Soekarnoputra, setelah itu masih banyak lagi rangkaian pagelaran dan aktvitas seni yang dikerjakannya. Hingga pada 1992, ia mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dunia perpolitikan. Ia mengikuti jejak sang ayah dan juga saudara perempuanya Megawati.

Karir Politik Guruh Soekarnoputra

Pada tahun 1992  hingga tahun 2009, Guruh menjadi seorang anggota DPR. Ia termasuk politisi yang bernyali besar. Bahkan tercatat bahwa ia pernah sekali mencalonkan diri sebagai Ketum PDI-P tahun 2010 menggantikan Megawati Soekarnoputri. Ia beranggapan bahwa sudah saatnya dia melanjutkan perjuangan yang pernah dilakukan oleh para pendahulunya, terutama sang ayah. Ia bahkan dengan tegasnya menyarankan agar Megawati istrahat saja, sedangkan dirinya yang akan menggantikan posisinya.

Bahkan Guruh Soekarnoputra juga merupakan salah satu orang yang dengan tegas memperlihatkan sikap tidak setujunya terhadap pengangkatan Puan Maharani sebagai Waketum PDI-P. Ia menyebutkan bahwa pengangkatan Puan adalah upaya Nepotisme yang sangat tidak berdasar. Ia juga menegaskan bahwa PDIP harusnya berdiri sebagai partai, bukan untuk trah Soekarno, meskipun notabene itu berarti termasuk dirinya.

Kehidupan Asmara Guruh Soekarnoputra

Dibandingkan harus hidup berumah tangga sepertinya memang Guruh Soekarnoputra lebih memilih untuk melajang. Terbukti bahwa ia baru saja menikah di usia yang sudah lebih dari 40 tahun, yakni tepatnya 46 tahun. Ia menikah dengan Guseynova Sabina Padmavati seorang wanita dari negeri Uzbekistan pada tanggal 20 September 2002 di Uzberkistan. Sayangnya pernikahan Guruh Soekarnoputra dengan wanita Uzbekistan tersebut tak bertahan lama. Ia bercerai dan harus kembali lajang di usia yang sudah tak lagi muda.

Kemudian, beberapa tahun kemudian yakni kisaran tahun 2009 ia dikabarkan dekat dengan seorang wanita bernama Evasari Gabriele Silalahi. Namun, lagi-lagi hubungan mereka kandas, bahkan sebelum masuk ke jenjang pernikahan. Setelah itu Guruh Soekarnoputra kembali sendiri. Padahal usianya telah 50 tahun lebih. Tak berselang lama, ia dikabarkan dekat dengan salah seorang artis papan atas di Indonesia, yaitu Cici Paramida. Dalam berbagai kesempatan, tim media yang menanyakan tentang hubungannya ia hanya menjawab sebatas kekagumannya saja sosok Cici Paramida terutama terpesona dengan dagunya.

Guruh Soekarnoputra diketahui terlibat dalam beberapa kali karya lagu dan musik video dari Cici Paramida. Bahkan keduanya juga sempat menciptakan sebuah karya lagu yang berjudul Candu Asmara. Namun, tak lama setelah kabar kedekatannya, Guruh Soekarnoputra dikabarkan lagi dekat dengan seorang wanita yang juga artis. Kali ini artis dangdut kontroversial yakni Dewi Persik. Dewi tak membantah beredarnya berita kedekatannya dengan putra Soekarno tersebut. Bahkan di beberapa kesempatan ia selalu memuji-muji sosok Guruh Soekarnoputra. Menurutnya Guruh adalah seorang pria yang mapan dan sederhana.

0 Response to "√ Profil dan Biografi Guruh Soekarnoputra, Sang Maestro Pandai Menyanyi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel