√ Biografi Kartika Sari Dewi Soekarno: Putri Cantik Bung Karno Berjiwa Sosial Tinggi - InBiografi | Referensi Biografi Tokoh Dunia

√ Biografi Kartika Sari Dewi Soekarno: Putri Cantik Bung Karno Berjiwa Sosial Tinggi

Dari namanya sekilas sudah menjelaskan bahwa beliau terlahir dari klan Soekarno, atau keluarga besar Soekarno. Kartika Sari Dewi Soekarno adalah anak perempuan dari pasangan Soekarno dan Ratna Sari Dewi, si istri Jepang sang Proklamator. Ia lahir pada 11 Maret 1967, atau 51 tahun yang lalu di Tokyo Jepang. Wajahnya cantik, mewarisi kecantikan ibunya. Pikirannya cerdas, berwawasan luas, dan berjiwa sosial yang tinggi seperti ayahnya. Namun, tak seperti putra dan putri Bung Karno yang lainnya, Kartika lahir dan tumbuh di luar negeri. Bukan tanpa alasan, Kartika Sari Dewi memang lahir pada saat-saat yang genting, maka tak aneh jika Bung Karno menyarankan pada istri tercantiknya untuk segera meninggalkan tanah air.
Biografi Kartika Sari Dewi Soekarno
Kartika Sari Dewi Soekarno

Masa Kecil dan Pendidikan Kartika Sari Dewi Soekarno

Kartika lahir di Tokyo, menjelang surutnya pamor sang ayah. Kala itu, ibunya pergi meninggalkan Indonesia untuk melanglang buana ke berbagai negara. Ia dibesarkan di sebuah daerah bernama Montainge Avenue Paris, Perancis. Disana ia bersekolah dari satu jenjang ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, ditengah jalan ia memilih untuk melanjutkan bidang studi yang ia ambil di Swiss. Jadilah Kartika terbang ke Switzerland, menuntut ilmu. Setelah lulus hingga perguruan tinggi di Swiss, Kartika kembali ke kampung halaman ibunya, Jepang. Disana Kartika Sari Dewi memulai kariernya sebagai seorang wartawan televisi swasta di Tokyo, Jepang.

Kemudian sang ibu memutuskan pindah dari Jepang ke Amerika. Kartika pun ikut dan terpaksa meninggalkan pekerjaan yang telah lama digelutinya. Di Amerika ia berkerja di sebuah biro advertising atau periklanan di New York. Disana Kartika terus tumbuh menjadi sosok wanita yang mandiri. Meskipun ia jauh dari negara asalnya semenjak lahir, namun kecintaan puteri sang proklamator tersebut kepada Indonesia tak sedikitpun berkurang. Ia masih sangat sering berkunjung ke tanah air untuk berziarah ke pusara ayahandanya dan juga berkumpul dengan segenap keluarga besar Soekarno di Indonesia.

Meneruskan Perjuangan Sang Ayah

Jiwa-jiwa sosial dari Bung Karno mengalir di jiwa Kartika Sari Dewi. Terbukti, meskipun ia tak lagi tinggal di Indonesia namun dengan segenap ilmu, pengetahuan, dan pengalamannya mengantarkan Kartika untuk meneruskan perjuangan sang Ayah meskipun dari jalur berbeda. Ia memiliki lumayan pengalaman di bidang Yayasan swasta yang pernah menjadi tempat kerjanya. Hal ini menumbuhkan niat Kartika untuk membangun sebuah Yayasan sendiri yang bergerak di bidang sosial. Yayasan bentukannya pun resmi berdiri pada tahun 1998. Yayasan tersebut diberi nama Kartika Soekarno Foundation, yang fokus pada masalah pendidikan untuk anak, masalah kebudayaan, serta kesejahteraan bagi ibu dan anak di Indonesia.

Yayasan Kartika Soekarno Fondation terus berkembang di tangan-tangan para ahli. Kini yayasan tersebut dari masa berdirinya, terhitung telah 20 tahun mengabdi. Bahkan keberadaannya juga mengisi peran sebagai penyalur tangan organisasi bertaraf internasional seperti halnya CARE-USA hingga UNICEF. Oganisasi dunia tersebut bekerjasama dengan Kartika Soekarno Foundation untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sebagai target dari bantuan yang akan diberikan. Dari yayasan ini juga telah sangat banyak tempat-tempat pendidikan yang terbantu khususnya yang berada di wilayah pedalaman. Atau tempat-tempat yang belum terjangkau oleh bantuan dari pemerintah.

Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan oleh Katika Sari Dewi melalui yayasannya adalah seperti memberikan pelatihan pada guru-guru. Mendirikan bangunan-bangunan untuk sekolah baru dan berbagai macam aksi solidaritas terkait pengembangan posyandu dan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Menikah dengan Pengusaha Berposisi Sebagai Presiden Bank di Eropa

Karena sibuk dengan kegiatannya, baik pekerjaan atau kegiatan sosial yang banyak dilakukan di masa lajang, membuat Kartika Sari Dewi Soekarno termasuk telat dalam menikah. Ya! Beliau baru melangsungkan pernikahan di usia yang telah menginjak hampir kepala empat, atau lebih tepatnya pada umur yang ke-38 tahun. Ia melepas masa lajangnya dengan seorang pria yang berkewarganegaraan Belanda. Pria tersebut bernama Frits Frederik Seegers. Bukan orang sembarangan, Frederik, suami Kartika Sari Soekarno adalah seorang pria yang memiliki posisi jabatan tinggi di sebuah Bank Internasional yang berpusat di Eropa. Frits Frederik adalah seorang Presiden Bank di salah satu Bank Eropa.

Momen pernikahan puteri Soekarno tersebut dilangsungkan pada tanggal 2 Desember 2005, 13 tahun yang lalu di Belanda. Turut hadir disana keluarga besar dari sang Proklamator Republik Indonesia, Soekarno. Termasuk putera dan puteri Soekarno dari Ibu Fatmawati, semua nampak turut hadir dalam pernikahan tersebut. Beberapa diantaranya adalah Megawati Soekarnoputri beserta saudara yang lain seperti Guruh Soekarnoputa, anak bungsu Bung Karno dari Fatmawati. Tak ketinggalan puteri Megawati, yakni Puan Maharani.

6 tahun menikah dan melangsungkan kehidupan dengan keluarga di Belanda. Kartika-Frederik yang telah dikaruniai seorang putera bernama Frederik Kiran Soekarno Seegers memutuskan untuk pindah ke Indonesia. Ia dan keluarganya memilih menetap di Indonesia pada tahun 2011 yang lalu.

Biografi Kartika Sari Dewi Soekarno : Disebut sebagai puteri tercantik dan cerdas

Gabungan antar Indonesia-Jepang memang sepertinya sangat mempengaruhi tampilan visual dari Kartika Sari Dewi Soekarno yang terlihat sangat cantik. Bahkan diusianya yang telah menginjak masa senja, guratan-guratan kecantikannya masih sangat jelas terlihat. Hal itu seperti mengingatkan kita dengan sang ibu, yakni Ratna Sari Dewi. Apalagi, kecantikannya didukung penuh jiwa sosial yang diturunkan dari sang Ayah, menjadikan Kartika sebagai seorang wanita dengan paket komplit.

Terbukti, dari segala kegiatan yang telah ia lakukan untuk masyarakat, Karina telah mendapatkan berbagai macam penghargaan. Salah satu contohnya adalah penghargaan atas kerja sosial yang telah ia galakkan semenjak muda. Dan untuk itu H.R.H Duke of Braganca memberikan tanda penghargaan tersebut kepada Kartika. Bukan hanya itu, bahkan satu penghargaan yang baginya sangat membanggakan adalah ketika Kartika mendapatkan gelar kebangsawanan dari Kraton Surakarta. Tepatnya pada tahun 2008 yang lalu, pihak kraton Surakarta resmi memberikan gelar kebangsawanan khusus bagi Kartika Sari Dewi atas jasa-jasa dari gerakan sosialnya. Tentu beragam penghargaan yang telah diraihnya tersebut membuat sang puteri Bung Karno semakin giat lagi bekerja dan betindak nyata dalam dunia pendidikan, sosial dan budaya, melalui yayasan yang telah ia bangun sejak lama.

Nah, Itulah tadi beberapa informasi dari kami tentang Biografi Kartika Sari Dewi Soekarno pada artikel kali ini. Semoga semakin menambah wawasan kita. Terus ikuti situs kami untuk mendapatkan biografi dan profil tokoh lainnya, baik Nasional maupun tokoh Internasional.

0 Response to "√ Biografi Kartika Sari Dewi Soekarno: Putri Cantik Bung Karno Berjiwa Sosial Tinggi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel