√ Biografi Ratna Sari Dewi Soekarno: Gadis Jepang Penakluk Hati Sang Presiden - InBiografi | Referensi Biografi Tokoh Dunia

√ Biografi Ratna Sari Dewi Soekarno: Gadis Jepang Penakluk Hati Sang Presiden

Ratnas Sari Dewi Soekarno. Dari kesemua nama-nama istri presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, beliau termasuk yang paling terkenal. Terkenal karena kecantikannya, terkenal karena merupakan istri yang sangat dicintai oleh sang Presiden, serta terkenal karena kehidupannya yang kontroversial. Ratna Sari Dewi, terlahir dengan nama asli yakni Nemoto Naoko. Nama Jepang? Ya! Dia memang seorang berkewarganegaraan asli dari Jepang. Nemoto kecil lahir di sebuah desa di Tokyo, pada 6 Februari 1940, 78 tahun silam. Mari kita mengenal lebih dalam tentang sosok Nemoto Naoko di update artikel Biografi Ratna Sari Dewi Soekarno kali ini.
Biografi Ratna Sari Dewi Soekarno

Kehidupan Ratna Sari Dewi Soekarno Sebelum Menjadi Istri Presiden

Disebutkan dalam sebuah catatan, yang kemudian dijadikan sumber artikel-artikel yang memuat tentang biografi Ratna Sari Dewi Soekarno. Ratna Sari Dewi terlahir menjadi seorang gadis yang berparas sangat cantik, khas orientalis. Masa kecil hingga remajanya memang terlihat suram. Orang tuanya bukanlah orang yang kaya di Jepang, bahkan lebih dari itu keluarga Ratna Sari Dewi termasuk keluarga dari tingkat ekonomi rendah atau miskin. Maka dari itulah, ia terpaksa mengambil pekerjaan sebagai seorang Geisha, untuk membantu kelangsungan hidupnya beserta keluarganya di Tokyo. Bahkan profesi itu sudah ia jalani semenjak usia yang tergolong belia, yakni di usia 15 tahun.

Ia sendiri sebenarnya sangat berat untuk menjalankan profesinya tersebut. Tapi mengingat bahwa hanya itu yang bisa ia lakukan untuk membantu keluarganya, maka apapun ia lakoni demi kebahagiaan keluarga. Ayahnya yang hanya bekerja sebagai seorang tukang kayu tidak memiliki cukup biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup anak dan istrinya, termasuk Nemoto Naoko kecil. Lebih parah dari itu, keluarga Ratna Sari Dewi atau Nemoto pun kerap kali harus mengalami kelaparan dan kesengsaraan yang seakan tak berujung.

Terjun ke Dunia Hiburan

Pengalaman dan kehidupan Ratna Sari Dewi muda yang kala itu berusia kisaran 15-16 membawa dirinya semakin yakin dan mantap untuk mendalami profesinya. Namun, suatu ketika sedikit harapan untuk merubah nasib ke arah yang lebih baik datang. Ia ditawari untuk mengikuti satu peran di dalam sebuah karya film. Ia menerimanya, walaupun pada saat itu hanya peran figuran yang ia dapatkan. Akhirnya iapun menerima tawaran tersebut. Ia berharap bahwa keputusannya tersebut dapat menjadi satu batu loncatan untuk dirinya bisa meraih kehidupan yang sejahtera. Benar saja, dengan terjun di dunia hiburan Ratna Sari Dewi bisa menyekolahkan adiknya.

Namun, sepertinya takdir kesengsaraan masih enggan meninggalkan kehidupan Ratna Sari Dewi. Mentalnya kembali down ketika sang ayah meninggal dunia karena sakit di usianya yang sudah mulai senja. Dari situ pikiran Ratna Sari Dewi kembali terombang-ambing. Puncaknya, ketika ia mendapati sang adik ternyata telah terujur kaku tanpa nyawa karena bunuh diri. Saat itu, hatinya benar-benar hancur hingga karirnya pun ikut merosot tajam.

Karena ia mendapati karirnya di dunia hiburan kembali redup, ia memutuskan untuk kembali menjadi Geisha dan bekerja di sebuah Hotel. Hingga akhirnya 4 tahun bekerja sebagai Geisha, di usianya yang telah menginjak 19 ia dipertemukan dengan Presiden Republik Indonesia pertama. Ya! Kala itu Bung Karno memang tengah mengunjungi Negeri Sakura Jepang. Ia menginap di hotel terkenal di Tokyo.

Hubungan Asmara Ratna Sari Dewi dengan Bung Karno

Di pertemuan pertama itu, sosok Soekarno sebagai seorang pengagum wanita benar-benar menunjukkan ketertarikannya pada Ratna Sari Dewi. Bukan satu hal yang aneh, mengingat Ratna Sari Dewi memang seorang gadis yang kecantikannya begitu istimewa. Kala itu Naoko bekerja di Hotel tempat menginap Soekarno, untuk menjadi pengisi acara dalam penyambutan tamu Negara yang diadakan di hotel Imperial. Pertemuan itu pun berlanjut ke pertemuan berikutnya. Ir. Soekarno, suatu ketika sengaja mengundang Ratna Sari Dewi untuk datang ke Jakarta. Dari sinilah hubungan asmara keduanya dimulai.

Semenjak itu, Bung Karno lebih intens melawat ke Jepang. Selain untuk membahas perihal harta rapasan perang, ia juga selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi Naoko. Bung Karno dan Naoko juga seringkali saling berkirim surat. Di pihak lain, kabar kedekatan Soekarno dengan Naoko ini rupanya menyebabkan satu kekhawatiran, terutama dari pihak ABRI. Seperti yang dikutip dari sebuah buku karya Julious Pour yang berisi tentang kisah istimewa Presiden Soekarno. Menurut ABRI, kedekatan Bung Karno dengan wanita Jepang itu akan mengakibatkan dampak buruk terutama pada kondisi perpolitikan kala itu. Dimana pada masa tersebut, banyak dari para lawan pemerintah yang mencoba mencari celah demi bisa menjatuhkan citra sang Proklamator.

Sampailah pada satu keputusan dimana Pimpinan tertinggi ABRI masa itu mengirim dua orang utusannya untuk menjemput Soekarno yang sedang berada di Jepang. Utusan tersebut adalah Soenarso dan Ahmad Yani. Setibanya di Jepang, sempat terjadi perdebatan diantara keduanya tentang siapa yang harus menyampaikan kabar kepada Soekarno dan mengajaknya pulang ke Indonesia. Mereka takut jika Sang Presiden marah. Namun, dari perdebatan yang cukup alot Soenarso mengalah dan ia memberanikan diri untuk berbicara kepada presiden.

Soenarso dan Ahmad Yani yang telah menyiapkan lahir-batinnya untuk bicara kepada Soekarno, akhirnya dibuat kaget mendengar jawaban dari orang nomor 1 di Indonesia tersebut. Ternyata beliau tidak marah, malah bertanya, “Lha, cara untuk memutuskannya (Naoko) bagaimana?”

Seperti mendapat angin segar, Soenarso dengan cepat menyahut. “Gampang itu pak. Sekarang saja Bapak pulang ke Jakarta, jangan memberitahu siapapun kecuali protokol pemerintahan Jepang.”

Bung Karno mengiyakan. Jadilah mereka bertiga kembali ke Jakarta, tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Naoko.

Mencoba Bunuh Diri hingga Akhirnya Menikah

Berlanjut setelah kepulangan Presiden Soekarno. Naoko yang mendapat kabar kepulangan sang kekasih hatinya tersebut, ia merasa kaget bercampur dengan sedih yang teramat dalam. Ia merasa tidak dihargai dan hanya dipermainkan perasaannya, karena sebelumnya Bung Karno tidak mengatakan jika akan pulang ke Jakarta saat itu juga. Dalam kesedihan tersebut, Naoko berbuat nekat. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara harakiri. Beruntung petugas Hotel memergokinya, iapun berhasil di selamatkan.

Kabar Naoko yang akan bunuh diri sampai ke Jakarta, mereka yang pertama mendengar berita tersebut tidak berani mengatakannya kepada Bung Karno. Namun, karena itu harus dilakukan akhir kabar tersebut akhirnya juga sampai ke telinga sang Presiden. Semenjak kejadian tersebut, hubungan Soekarno dan Naoko tak bisa lagi dipisahkan. Hingga akhirnya Naoko Nemoto resmi menyandang nama Ratna Sari Dewi Soekarno setelah menjadi Ibu Negara Republik Indonesia dari Presiden pertama. Ia pindah agama islam, lalu menikah dengan Bung Karno dengan tata cara islam pula.
Ratna Sari Dewi Menikah Dengan Soekarno

Dari pernikahannya tersebut, Bung Karno dikaruniai satu orang putri yang cantiknya mewarisi kecantikan Ratna Sari Dewi Soekarno. Anak perempuan tersebut bernama Kartika Dewi Soekarno.

Ratna Sari Dewi dan Suasana Politik Indonesia

Sayang, kebahagiaan yang dirasakan oleh Ratna Sari Dewi tak berlangsung lama. Suasana perpolitikan di Indonesia pada tahun 1967 membuatnya harus rela melepaskan sang pujaan hati. Setelah Presiden Soekarno resmi menyerahkan fungsi pemerintahan Indonesia kepada Jenderal Soeharto, Ratna Sari Dewi atas kehendak sang suami diminta untuk segera meninggalkan Indonesia. Ia yang tengah hamil muda pun terpaksa menurutinya.

Kartika Sari Dewi, anak pertama Soekarno-Ratna Sari Dewi dilahirkan di Jepang, lalu ia dibesarkan di Paris, Perancis. Sepuluh tahun setelah peristiwa tersebut, Dewi Soekarno memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada tahun 1983. Namun, pada 2008 ia kembali ke Jepang dan menetap d Shibuya, Tokyo.

0 Response to "√ Biografi Ratna Sari Dewi Soekarno: Gadis Jepang Penakluk Hati Sang Presiden"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel