√ Biografi Fatmawati Soekarno Lengkap, Penjahit Bendera Pusaka Indonesia - InBiografi | Referensi Biografi Tokoh Dunia

√ Biografi Fatmawati Soekarno Lengkap, Penjahit Bendera Pusaka Indonesia

Biografi Fatmawati Soekarno Lengkap, Penjahit Bendera Pusaka Indonesia  - Anda tentu percaya bukan dengan kata-kata, di balik lelaki yang hebat ada wanita yang hebat pula. Seperti halnya dengan Presiden pertama Ir. Soekarno, kesuksesan dan kehebatan beliau sebagai pemimpin pertama negeri tercinta ini juga tidak terlepas dari campur tangan sang istri, Ibunda Fatmawati.

Mengingat hal itu, sepertinya menarik sekali untuk mengupas bagaimana biografi Fatmawati lebih dalam. Ibu negara pertama sekaligus penjahit bendera pusaka yang memerlukan perjuangan besar untuk bisa mengibarkannya. Daripada penasaran terlalu lama, berikut riwayat biografi Fatmawati secara lengkap yang tersaji khusus untuk Anda.

Profil Fatmawati Secara Singkat

Biografi Fatmawati Soekarno Lengkap, Penjahit Bendera Pusaka Indonesia
Siapa yang tidak mengenal nama yang satu ini, ibu negara pertama sekaligus penjahit bendera pusaka Bangsa Indonesia. Tidak mudah untuk bisa mengibarkan bendera merah putih, perlu perjuangan dan pengorbanan besar dari para pahlawan. Tidak hanya berjuang mengorbankan waktu dan tenaga, tetapi banyak juga para pahlawan yang gugur di medan perang untuk merebut kemerdekaan RI.

Sudah sepantasnya sebagai generasi penerus bangsa untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan dengan segudang prestasi dan hal-hal positif yang menambah keharuman bangsa.

Seperti halnya para pahlawan bangsa, Ibu Fatmawati juga memiliki peran yang cukup besar dalam memerdekakan RI. Di balik perjuangan sang suami, Ir. Soekarno dalam membela bangsa, ada Ibu Fatmawati yang selalu setia mendukung dan menemani dalam segala kondisi.

Dalam riwayat hidup Fatmawati atau yang memiliki nama asli Fatmawati Soekarno ini dilahirkan di Bengkulu, Hindia Belanda pada tanggal 15 Februari tahun 1923. Fatmawati Soekarno menganut Agama Islam. Beliau resmi menjadi istri presiden pertama Republik Indonesia, Ir, Soekarno sejak tahun 1943. Beliau meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 14 Mei tahun 1980 pada usia yang ke 57 tahun.

Ibu Fatmawati merupakan putra dari pasangan Hassan Din dan Siti Chadijah. Orang tua Fatmawati ini merupakan keturunan Putri Adipura, yaitu salah satu keluarga raja dari Kesultanan Adipura, Sumatera Barat. Ayahnya sendiri merupakan seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu.

Dalam profil Fatmawati menyebutkan, Sang Penjahit Bendera Pusaka ini dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta. Hingga saat ini nama Fatmawati Soekarno masih selalu teringat dan terkenang sebagai penjahit bendera pusaka asli yang saat ini dimuseumkan.

Fatmawati Mulai Tertarik dengan Organisasi

Benar sekali dengan sebuah kata yang telah disebutkan di atas, ada wanita hebat di balik seorang lelaki yang hebat. Kehebatan dan kesuksesan presiden pertama RI, Ir. Soekarno tidak terlepas dari campur tangan sang istrinya, yaitu Ibu Fatmawati.

Wanita yang lahir di tanah Padang Bengkulu tanggal 15 Februari 1923 ini tumbuh dari keluarga Muhammadiyah. Dalam sejarah hidup Fatmawati diceritakan bahwa beliau memulai pendidikannya dengan menempuh pendidikan di Hollandsch Inlandsche Scool atau yang disingkat HIS. Beliau juga sempat menempuh pendidikan khusus yang dikelola oleh organisasi katolik.

Ibu Fatmawati sudah tertarik dengan dunia organisasi sejak duduk di bangku sekolah dasar. Beliau mulai aktif dalam organisasi Naysatul Asyiyah, yaitu sebuah organisasi perempuan di bawah organisasi Muhammadiyah.

Fatmawati Menjadi Istri Ir. Soekarno

Perkenalan Ibu Fatmawati dengan Ir. Soekarno dimulai sejak diasingkannya Soekarno di daerah Flores, NTT. Kala itu, bung Karno mengajar di sebuah lembaga pendidikan dan Ibu Fatmawati sendiri merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut. Riwayat biografi Fatmawati juga menceritakan bahwa Fatmawati pernah tinggal di rumah Bung Karno dengan istrinya yaitu Bu Inggit Garnasih.

Tidak lama kemudian, bung Karno bercerai dengan istrinya (Bu Inggit) kemudian menikah dengan Fatmawati. Pernikahannya dengan bung Karno dilaksanakan pada tahun 1943 yang digelar di Jakarta.
Romantisme Fatmawati dan Soekarno
Romantisme Fatmawati dan Soekarno
Berbagai masalah bangsa mulai berdatangan dan semakin hiruk pikuk. Dikarenakan permasalahan yang semakin mendesak, akhirnya Ibu Fatmawati ikut hijrah ke Jakarta mendampingi sang suami, Soekarno. Genap setahun pernikahannya dengan Bung Karno, akhirnya mereka dikaruniai seorang putra yang diberi nama Muhammad Guruh Soekarno Putra.

Setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tahun 1945, terjadi suatu masalah yang cukup hebat. Bahkan sempat muncul issu bahwa bung Karno dan Hatta tengah menghianati Bangsa Indonesia. Tetapi itu hanyalah bualan semata dan tidak benar adanya. Itu hanyalah bualan yang dibuat oleh Jepang. Berita tidak benar ini juga sering dibahas dalam biografi Fatmawati dari berbagai sumber.

Fatmawati Menjahit Bendera Pusaka Merah Putih

Suatu malam, Ir. Soekarno dibawa ke Rengasdenglok oleh para pemuda dan dipaksa untuk segera memproklamirkan Bangsa Indonesia. Suatu saat itu juga, banyak sekali pemuda yang berkumpul di depan rumah Fatmawati. Setelah beberapa saat, akhirnya Bung Karno dan bung Hatta keluar dan menyampaikan bahwa semuanya sudah dipersiapkan.

Mendengar pernyataan itu kemudian Ibu Fatmawati mengambil kain yang ia jahit sendiri. Kain jahitan inilah yang menjadi Bendera Merah Putih hasil jahitan Ibu Fatmawati yang kemudian dikibarkan dalam hari proklamasi kemerdekaan.

Disebutkan dalam biografi Fatmawati, kain yang digunakan untuk dijahit dan dijadikan bendera didapatkannya dari seorang pemuda yang bernama Chaerul Bisri. Bendera pertama yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan itu saat ini diabadikan di dalam Museum Nasional Indonesia.

Anak Fatmawati

Fatmawati dan Bung Karno Bersama Anak
Fatmawati dan Bung Karno Bersama Anak
Dalam pernikahannya dengan bung Karno, Fatmawati melahirkan lima orang putra. Kelima putranya ini masing-masing diberi nama Guntur Soekarno Putra, Megawati Soekarno Putri, Rachmawati Soekarno Putri, Sukmawati Soekarno Putri dan juga Guruh Soekarno Putra. Di setiap nama putranya selalu disertakan nama dari sang ayah yaitu Ir. Soekarno.

Baca Juga: Biografi Soekarno, Sang Fajar Dari Timur Penakluk Amerika

Ketiga putri pasangan Ir. Soekarno dan Fatmawati pernah meraih penghargaan MURI di Indonesia. Salah satu putrinya yang bernama Megawati Soekarno Putri juga sempat mengikuti jejak ayahnya dalam menduduki jabatan kursi kepresidenan dan sekaligus sebagai presiden wanita pertama di Indonesia.

Ibu Fatmawati Meninggal

Ibu Fatmawati meninggal pada 14 Mei 1980, beliau wafat karena terkena serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang umroh dari Mekkah. Kemudian beliau dimakamkan di Karet, Bivak, Jakarta. Nama Fatmawati saat ini diabaikan sebagai nama rumah sakit besar di Indonesia yaitu Rumah Sakit Fatmawati. Jalan-jalan yang ada di kota-kota besar juga banyak yang menggunakan nama Fatmawati.

Penghargaan Fatmawati

Selain terkenal sebagai ibu negara pertama atau istri dari Presiden pertama Republik Indonesia, nama Fatmawati ditulis dalam sejarah sebagai penjahit bendera pusaka Merah Putih. Beliau merupakan seorang wanita anggun dan cantik yang hingga saat ini terkenang dan menjadi hal yang wajib untuk mengetahui siapa nama penjahit bendera pusaka terutama bagi seorang pelajar.

Penutup

Itulah biografi Fatmawati secara lengkap mulai dari biodata, sejarah pendidikan, hingga pernikahannya dengan Ir.Soekarno yang merupakan presiden pertama Bangsa Indonesia. Dari biografi tersebut bisa diambil pelajaran bahwa seorang wanita juga memiliki peran yang penting bagi kemerdekaan. Meski tidak selalu bisa mengangkat dan ikut berperan tetapi wanita bisa menguatkan suaminya dengan doa dan setia menemani dalam setiap keadaan.

0 Response to "√ Biografi Fatmawati Soekarno Lengkap, Penjahit Bendera Pusaka Indonesia "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel