Biografi Jendral Ahmad Yani Lengkap Beserta Strukturnya - InBiografi | Referensi Biografi Tokoh Dunia

Biografi Jendral Ahmad Yani Lengkap Beserta Strukturnya

Biografi Jendral Ahmad Yani Lengkap - Tokoh pejuang yang satu ini, namanya bahkan setiap hari masih kita dengar. Setiap kota yang ada di Indonesia, pasti memiliki sebuah jalan yang dinamai dengan Jalan Ahmad Yani.

Ya! Nama beliau memang begitu berarti bagi kehidupan masyarakat tanah air. Hingga di akhir hayatnya pun, nama beliau masih diabadikan sebagai nama untuk jalan-jalan besar atau jalan sentral suatu Kota.

Lalu, bagaimana sebenarnya kisah hidup beliau? Mari simak selengkapnya di artikel Biografi Jenderal Ahmad Yani berikut ini!
Biografi Jendral Ahmad Yani Lengkap Beserta Strukturnya

Profil dan Biografi Jenderal Ahmad Yani

Masa Kecil Jenderal Ahmad Yani

Beliau adalah seorang keturunan Jawa asli, yang lahir di sebuah desa kecil bernama Jenar, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 19 Juni 1922. Ayahnya bernama Sarjo bin Suharyo sedangkan ibu beliau bernama Murtini.

Tak lama ia tinggal di Purworejo, karena Ahmad Yani kecil ketika berusia 5 tahun harus ikut serta dengan kedua orang tuanya pindah ke Jakarta/Batavia. Disana sang ayah, Sarjo, bekerja pada General Belanda.

Ketika tinggal di Batavia inilah Ahmad Yani mendapatkan pendidikan yang layak, mulai dari sekolah tingkat dasar hingga menengah akhir. Beliau bahkan juga sempat melanjutkan sekolah ke jenjang sekolah tinggi.

Namun, pada 1940 Ahmad Yani memutuskan untuk menghentikan proses studinya di sekolah tinggi. Beliau memilih untuk mengikuti wajib militer yang digelar oleh tentara Hindia Belanda dibawah naungan pemerintahan kolonial.

Dua tahun beliau menjalani latihan wajib militer, hinga ketika sedang mendalami materi Topografi di daerah Malang, Jawa Timur, kegiatan pendidikan militernya itu harus terganggu akibat kedatangan pasukan Jepang.

Kejadian itu terjadi pada tahun 1942. Ia lalu kembali pulang ke Batavia, lalu bersama keluarganya kembali ke Jawa Tengah.

Sejak aktifitas kemiliterannya di Malang itulah, Ahmad Yani telah mengawali kariernya di dunia keprajuritan dengan pangkat Sersan.

Rintisan Karier Jenderal Ahmad Yani

Saat itu kondisi telah berubah, Jepang berhasil mengalahkan sekutu dan memaksa Belanda untuk hengkang dari bumi nusantara, setelah tinggal lama sejak 350 tahun silam.

Pada 1943, Ahmad Yani yang kala itu berusia 21 tahun bergabung dengan pasukan Pembela Tanah Air atau PETA yang di gawangi oleh Jepang.

Pelatihan pertamanya di PETA ia jalani di daerah Magelang, Jawa Tengah. Lalu, kemudian ia pindah ke Bogor untuk mejalani pelatihan komandan peleton. Dan kembali lagi ke Magelang untuk menjadi intstruktur latihan.

Mulailah perang kemerdekaan berkecamuk. Berbagai medan laga telah dijalani oleh Ahmad Yani muda. Prestasinya tercatat sungguh gemilang.

Sejarah mengukir namanya di perang kemerdakaan yang meletus di Magelang, Yani dan pasukannya berhasil menyita senjata tentara Jepang disana.

Beberapa waktu kemudian, setelah Tentara Keamanan Rakyat resmi dibentuk oleh pemerintah, Ahmad Yani diangkat untuk menjadi Komandan TKR Purwokerto.

Kiprah Sang Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani

Saat pecah perang agresi militer Belanda yang pertama di daerah Pingit, Ahmad Yani berhasil mengepalai pasukannya hingga mampu menahan serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Belanda.

Capaiannya tersebut membuat ia dipercaya untuk menempati posisi sebagai Komanda Wehrkreise II pada perang Agresi Militer Belanda II. Ia dipercaya untuk memegang wilayah pertahanan di daerah seputar Kedu.

Pada tugas itupun beliau mampu menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik dan tanpa masalah.

Tugas besar selanjutnya yang semakin mengibarkan nama Ahmad Yani adalah ketika beliau dipercaya menangani para pemberontak DI/TII di wilayah Jawa Tengah.

Tugas itupun berhasil diselesaikan dengan prestasi yang gemilang. Tahun 1955, Ahmad Yani mendapatkan kesempatan untuk menuntut ilmu dengan beasiswa dari Negara ke Kansas, USA, yakni di General Staff College.

Pendidikan itu beliau tempuh selama hampir 9 bulanan. Lalu, tahun berikutnya yakni 1956 beliau kembali menjalani pendidikan di Special Warfare Course selama lebih dari dua bulan. Pendidikan khusus itu beliau tempuh di Inggris.

Kembali ke tanah air, pada tahun 1958 tugas Negara kembali beliau emban untuk menghadapi pemberontakan PRRI Sumatera Barat.

Kala itu pangkat beliau naik menjadi Komando Operasi 17 Agustus dari pangkat beliau yang sebelumnya, yakni pangkat kolonel.

Hingga akhirnya, pada tahun 1962 saat usia beliau telah menginjak angka 40, Jabatan sebagai Menteri dengan pangkat Panglima Angkatan Darat diterimanya.

Akhir Hayat Jendral Ahmad Yani yang Mengenaskan

Jenderal Ahmad Yani ditemukan tewas secara mengenaskan pada 1 Oktober 1965, Jenazahnya ditemukan di sebuah sumur kecil di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Di dalam lubang tersebut, jasad Jendral Ahmad Yani dan beberapa petinggi militer Indonesia lainnya ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Tak ada lain yang menjadi dalang gugurnya para pahlawan revolusi tersebut kecuali tangan jahat para pemberontak PKI.

Semasa hidupnya, Jenderal Ahmad Yani memang selalu berseteru paham dengan para PKI. Salah satunya ketika PKI berkeinginan untuk membentukan Angkatan kelima.

Dimana pada Angkatan Kelima tersebut anggotanya adalah para buruh dan petani yang dipersenjatai ala militer.

Ahmad Yani menolak dengan tegas usulan tersebut, dan inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa beliau menjadi target pembunuhan sadis anggota PKI.

Menutup kisah Biografi Jendral Ahmad Yani yang telah diakui secara resmi sebagai Pahlawan Revolusi. Beliau yang sampai akhir hayatnya berpangkat Letnan Jenderal mendapatkan kenaikan pangkat istimewa, yakni naik satu tingkat. Hingga kini beliau lantas dikenal dengan sebutan nama Jendral Ahmad Yani.

0 Response to "Biografi Jendral Ahmad Yani Lengkap Beserta Strukturnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel